23 Ferbruari 2016, berawal dari
keinginan memelihara lebah madu yang sangat eksotis menurut saya, keinginan ini
tercapai ketika saya mendapatkan informasi dari mertua saya bahwa di beduk
masjid terdapat sarang lebah madu yang sangat besar, tepatnya 2 beduk ini hanya
hiasan di serambi masjid. Dengan modal sarang tersebutlah keinginan beternak lebah madu muncul.
Beberapa artikel dan buku yang
ada diinternet saya baca untuk mengetahui karakter lebah madu dari ratu sampai
lebah laki dan lebah pekerja. Rasa penasaran keinginan tahuan ini terus dan
terus berlanjut kadang jam kerja dikantorpun
habis untuk browsing dan searching informasi tentang lebah madu ini.
Pertama kali adalah mempersiapkan
stup/beehive bagi seorang amatiran seperti saya, untuk membuat hal tersebut
sangat berat karena tidak terbiasa dengan menggunakan gergaji, palu dan paku
sebagian alat untuk membuat stup/beehive dan hasilnya bisa anda liat gambar
dibawah ini,
bagi saya ini sungguh
membanggakan karena saya beginner carpenter lah istilahnya. Dan akhirnya jadi
dengan hasil yg banyak kekuranganya. Hal ini membuat saya untuk memutuskan
membeli/pesan dari seorang tukang kayu yang ada dikotaku dengan harga yg
fantastic mahal menurut saya dengan gaji atau penghasilan sedang, hasilnya
bagus tapi kurang sesuai dengan orderan saya.
Langkah kedua dengan hive yang
sudah jadi rencana pemindahan lebah madu ini dimulai, banyak sekali sengatan
karena minimnya body protector.